Sunday, May 27, 2007

Ujian di 2 Sekolah Mesir Dinyatakan Batal

Buntut Kebocoran Soal

Di provinsi Port Said, 220 km utara Cairo, ujian yang diselenggarakan 2 sekolah dasar terpaksa dibatalkan. Penyelenggaraan ujian di kedua sekolah tersebut terbukti menyimpang dari aturan yang berlaku.

Di Sekolah Dasar Rifa'ah Altahtawi, Port Said Utara, pihak Dinas Pendidikan setempat mendapat aduan kemungkinan adanya kebocoran soal ujian. Mendengar informasi seperti itu, Dinas Pendidikan Port Said langsung bergerak cepat. Menurut hasil penyelidikan, seorang guru kelas 4 di sekolah bersangkutan memang membocorkan soal ujian sebelum ujian berlangsung.

Untuk mengatasi hal itu, Dinas Pendidikan langsung menurunkan tim untuk menyiapkan soal darurat pada hari itu juga. Sementara oknum guru yang membocorkan soal dihukum setimpal dengan denda potong gaji 15 hari kerja. Selain itu dia juga dimutasi dan dilarang berurusan dengan urusan ujian untuk 5 tahun mendatang.

Di kota yang sama, para wali murid Sekolah Dasar Mukhtar Alfi, Port Said Utara, mengadukan sekolah yang membiarkan anak-anaknya mencontek secara massal. Tim bentukan Dinas Pendidikan bergerak cepat dengan membanding-bandingkan hasil ujian para siswa kelas 1 mata pelajaran ilmu sosial dan mendapati jawaban mereka yang sama persis. Oleh karenanya, Dinas Pendidikan menyatakan akan menggelar ujian susulan untuk mata pelajaran ilmu sosial di kelas 1 sekolah tersebut.[]

Sumber: Koran Al-Ahram edisi 25 Mei 2007

Bawabah Tiga, 25 Mei 2007

Mesir Perhatikan Tenaga Kerjanya di Arab Saudi

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mesir, Aisyah Abdul Hadi, menyatakan bahwa pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi dalam hal tenaga kerja. Dikatakannya, baru-baru ini sudah terjadi kesepakatan di antara kedua belah pihak untuk mendukung pemenuhan hak-hak dan kewajiban tenaga kerja.

Dalam kesepakatan itu dijelaskan peraturan detail akan gaji, jam kerja dan jaminan kesehatan bagi para tenaga kerja asal Mesir. Demikian pula dengan hak dan kewajiban para majikan warga negara Saudi, juga telah ditentukan aturannya.

Usai menandatangani MoU dengan Menteri Tenaga Kerja Saudi Saad Almutiri, Aisyah menyatakan pihaknya juga menekankan bahwa kedua pemerintahan sepakat mengatur hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan jasa tenaga kerja. Selain itu Aisyah juga menyampaikan terimakasih atas kerjasama yang terjalin selama ini di antara kedua belah pihak.[]

Sumber: Koran Al-Ahram edisi 25 Mei 2007

Bawabah Tiga, 25 Mei 2007

Thursday, May 24, 2007

UE Dukung Berdirinya Negara Palestina

Kunjungan Javier Solana ke Mesir

Presiden Mesir Husni Mubarok Rabu (23/5) kemarin menerima Javier Solana, pejabat tinggi Uni Eropa Bidang Keamanan dan Luar Negeri. Keduanya tampak serius membahas perkembangan kondisi Palestina dan Lebanon. Di hadapan Presiden Mubarak, Solana meyakinkan bahwa UE menawarkan bantuan pada rakyat Lebanon dan selalu siap ikut membantu memecahkan permasalahan yang ada di kawasan itu.

Setelah pertemuan itu, Solana menyatakan bahwa Uni Eropa mendukung berdirinya negara Palestina merdeka dan pihaknya akan mencari solusi untuk mengatasi pendudukan Israel. Namun Solana menolak menjawab pertanyaan seputar kemungkinan UE mengirimkan lagi tim pengawasnya di kawasan Rafah Palestina.

Mengenai masalah Lebanon, diakuinya bahwa stabilitas politik di sana masih jauh dari harapan. Namun UE mendukung penuh kepemimpinan PM Fuad Siniora di Lebanon. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Liga Arab. Solana juga menyinggung keprihatinan UE atas apa yang terjadi di kamp pengungsian Nahril Barid. Karenanya UE menjanjikan akan mengirimkan bantuan secepatnya dengan menjalin kerjasama dengan PBB.

Di sisi lain, Solana juga menegaskan bahwa pertemuannya dengan Presiden Mubarok sangat membantu UE dalam mengetahui lebih jauh perkembangan yang terjadi di Timur Tengah. Dirinya juga menyambut baik usaha-usaha yang dilakukan oleh pemerintah Mesir dan rakyatrnya dalam menciptakan stabilitas politik di Timur Tengah.[]

Sumber: Koran Al-Akhbar Edisi 24 Mei 2007

Bawabah Tiga, 24 Mei 2007

Ujian Al-Azhar Dimulai Secara Serentak

Sejak Sabtu (17/5) kemarin, Universitas Al-Azhar di seluruh pelosok Mesir memulai ujian tulis termin kedua secara serentak. Sementara ujian lisan dilaksanakan sesuai kebijakan fakultas masing-masing.

Di Kairo, bus-bus angkutan umum tampak penuh sesak sejak pukul delapan pagi.Para mahasiswa berebut naik bus dari halte-halte yang dilewati kendaraanjurusan kampus Al-Azhar.Di kawasan Nasr City, dimana mayoritas mahasiswaIndonesia berdomisili, ketersediaan bus terasa kurang, sehinggaberdesak-desakan dalam setiap bus terpaksa menjadi pilihan.

Universitas Al-Azhar yang memiliki 62 fakultas yang tersebar di hampir seluruh provinsi di Mesir ini menunjuk tim independen sebagai badan pengawas. Demikian pula dengan pengoreksian hasil ujian, diserahkan kepada orang-orang yang sebelumnya tak berhubungan dengan para mahasiswa. Hal ini untuk menjaga hasil ujian agar benar-benar bebas dari bias dan kecurangan lainnya.

Untuk menghindari kebocoran soal, Rektor Prof. Dr. Ahmed Tayeb menginstruksikan kepada para dosen untuk menyiapkan soal-soal ujian pada pagi hari sebelum ujian dimulai. Demikian juga dengan proses memperbanyak soal-soal tersebut, juga dilakukan beberapa saat sebelum ujian. Meski hanya melalui mesin fotokopi dan barangkali terkesan kuno, namun hal itu jelas sangat aman dari tersebarnya soal-soal sebelum ujian dimulai.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sejak ujian termin pertama pada Januari lalu seluruh pelaksanaan ujian digelar di gedung-gedung yang tersedia. Sebelum tahun akademik 2006-2007 ini, memang ada beberapa fakultas yang menggelar ujiannya di tenda-tenda darurat untuk mengatasi kekurangan ruang ujian.

Tahun ini, hal itu disiasati dengan dipecahnya jadwal ujian ke hari yang lebih banyak, dengan demikian yang biasanya seminggu ujian 3 hari, tahun ini bisa 2 hari saja. Memang menambah hari pelaksanaan, namun dengan demikian semua ujian bisa digelar di ruang yang ada.

Di sisi lain, panitia ujian Unversitas Al-Azhar juga menunjuk dua buah rumah sakit milik Al-Azhar untuk dipersiapkan bagi kebutuhan darurat. Di RS Husein dan RS Bab Shaariya, terdapat masing-masing satu tim khusus yang siap mengawasi ujian bagi mahasiswa yang sakit. Sehingga jika misalnya ada yang melahirkan di masa-masa ujian, mahasiswi yang bersangkutan tetap dapat mengikuti ujian di RS yang sudah ditunjuk itu. Tentu saja dengan syarat harus mendapat persetujuan dari dekan masing-masing fakultas juga komisi khusus kesehatan.[]

Sumber: pengamatan lapangan dan koran Al-Akhbar edisi 16 Mei 2007

Bawabah Tiga, 20 Mei 2007

Saturday, May 19, 2007

Gol Giggs Dianulir, MU Relakan Piala FA


Pertandingan yang digadang-gadang sebagai "final ideal" antara Manchester United dan Chelsea berlangsung anti klimaks. Meski kedua tim dipenuhi pemain bertabur bintang, namun tak banyak aksi menawan yang bisa menghibur penonton. Final Piala FA yang setelah 6 tahun kembali digelar di stadion kebanggaan warga Inggris, Wembley Stadium, malah tak lebih menarik dari final kejuaraan "kasta ketiga" semisal final Piala Carling Februari lalu. Padahal Piala FA sebagai kejuaraan kelas dua di ranah Inggris sekaligus mempertemukan 2 tim yang bersaing ketat di Liga Utama, semestinya memperlihatkan pertandingan dengan penuh determinasi.

Namun yang terjadi, justru pertandingan berjalan lamban. Sejak menit pertama, kedua tim tampak hati-hati memainkan bola. Ditambah seringnya salah umpan yang terjadi di kedua kubu, final impian yang dibayangkan sebelumnya pun justru mengecewakan para penikmat bola.

Praktis selama jalannya pertandingan, tak ada aksi-aksi individu yang biasanya muncul dari para pemain semisal Ronaldo di Manchester United atau Joe Cole di Chelsea. Minimnya determinasi juga tampak kentara dengan bukti tak ada satu kartu pun dikeluarkan wasit selama babak pertama. Hampir sama sekali tak ada tackling-tackling keras yang biasanya mewarnai sebuah pertandingan apik nan seru.

Di babak kedua, tensi pertandingan memang mulai panas. Hal ini juga didukung dengan cuaca yang mulai bersahabat dan tak terlalu terik. Namun tetap saja bola lebih banyak bergulir di lapangan tengah, menunjukkan kedua tim memang bermain aman. Meski lebih banyak peluang dibanding babak pertama, namun hingga 45 menit babak kedua kedudukan tetap imbang kacamata.

Memasuki masa extra time, kedua tim mulai bermain terbuka. Peluang pun semakin mendekati gol. Hanya saja penampilan cemerlang Van Der Sar di Manchester United dan Petr Cech di Chelsea dapat menggagalkan semua usaha para penyerang. Di akhir babak pertama perpanjangan waktu, Manchester United sempat mencetak gol. Berawal dari pergerakan Rooney yang menusuk dari sayap kanan, si Golden Boy melepaskan umpan ke depan gawang. Ryan Giggs yang dijaga Essien sempat memotong laju bola dan mengarahkannya ke gawang Chelsea. Sayangnya, arah bola tepat ke pelukan Cech. Namun saat tayang ulang terlihat jelas bahwa bola sebenarnya sudah melewati garis gawang alias sudah gol. Namun apa daya, wasit tak melihat hal itu dan memutuskan tetap melanjutkan pertandingan.

Petaka buat Mancheter United datang pada menit ke-116. Melalui kerjasama antara Mikel, Lampard dan Drogba dari tengah lapangan, para pemain belakang Manchester United kewalahan memperhatikan ketiganya. Hingga di depan gawang MU, Drogba yang mendapat umpan terakhir dari Lampard berhasil melalui hadangan Van Der Sar. Bola pun tak tertahan menembus gawang MU.

Saat unggul 1-0, sayangnya beberapa pemain Chelsea berusaha mengulur-ulur waktu. Walhasil, usaha tak fair ini pun membuahkan kartu kuning untuk 3 pemain Chelsea. Dengan tambahan 3 menit di babak kedua extra time, MU tak dapat mengejar ketinggalan dan harus rela hanya bisa melihat Terry dkk mengangkat Piala FA yang diserahkan langsung oleh Presiden Kehormatan FA Pangeran Harry.[]

Bawabah Tiga, 19 Mei 2007