Sunday, August 05, 2007

Bersaing Ketat, Hartono Ungguli Luthfi dan Miko


Rapat Permusyawaratan Anggota Kelompok Studi Walisongo (RPA-KSW), berakhir sampai larut malam. Selain permulaan acara yang sempat tertunda setengah jam, hadirin yang berhak memilih Ketua KSW di penghujung acara pun terhitung banyak, sehingga membutuhkan waktu lama sebelum penghitungan suara.

RPA KSW yang berlangsung sejak Sabtu (4/8/2007) sore kemarin sekitar pukul 17.30 begitu menarik antusiasme warga KSW. Tercatat melalui penghitungan suara, tak kurang dari 289 warga datang berbondong-bondong memenuhi Aula Griya Jateng.

Saat agenda-agenda awal berupa pembahasan tentatif acara, tata tertib sidang dan pembacaan AD/ART memang hanya tampak sekitar 70-an peserta. Baru setelah pembacaan laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus (DP) KSW periode 2006-2007, Aula Griya Jateng mulai dipenuhi pengunjung. Ketika Tim Verifikasi keuangan dan inventaris melaporkan kinerjanya, sudah tampak sekitar 120-an orang mengikuti jalannya sidang.


Meski sudah ramai peserta sidang, namun saat tanggapan umum atas laporan pertanggungjawaban DP KSW, tercatat hanya 3 orang yang mengacungkan jari. Walhasil, tak memakan waktu lama bagi presidium sidang yang terdiri dari anggota MPA KSW untuk mengesahkan laporan pertanggungjawaban DP KSW.

Baru saat sesi sidang rekomendasi yang akan menjadi bahan rujukan MPA dan DP KSW periode berikutnya, arena sidang mulai "memanas". Puluhan orang berebut mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan saran dan usulannya. Atas ketegasan pimpinan sidang, terpaksa hanya belasan orang yang dapat menyampaikan sarannya melalui forum tertinggi KSW itu.

Walau begitu, pimpinan sidang mencatat terdapat 16 poin masukan untuk disahkan dalam sidang rekomendasi. Sebelum disahkan, 16 usulan yang ada dikembalikan pada forum, untuk dipilah-pilah mana yang dimasukkan dalam rekomendasi. Setelah perdebatan kecil, akhirnya 2 poin gugur, sementara sisanya menjadi tugas MPA dan DP KSW dalam setahun ke depan.

Usai pembahasan rekomendasi, sidang di-break untuk merenggangkan pikiran. Maklum, waktu sudah beranjak dari pukul 22.00, atau sudah sekitar empat setengah jam hadirin mengikuti jalannya sidang. Panitia pun dengan sigap mempersembahkan acara hiburan, yakni teater dan group El-Watoni yang kali ini tampil beda dengan tambahan gitar akustik.

Hampir 1 jam istirahat, sidang kembali dilanjutkan setelah peserta menikmati hidangan makan malam. Agenda berikutnya adalah pemilihan Majelis Perwakilan Anggota (MPA) KSW periode 2007-2008. Terpilih sebagai anggota majelis terhormat adalah M. Azzam, Sri Inwahyu Sejati, Agus "Conte" Kuncoro Adi, Imam Labib HR., Musthofa Sukawi dan Hasan Ali. Sementara Alek Mahya Shofa selaku ketua KSW demisioner otomatis menjadi salah seorang di antaranya.

Dengan adanya MPA KSW baru, palu sidang pun berpindah tangan. Pelantikan MPA KSW periode 2007-2008, sesuai dengan AD/ART, dipandu oleh ketua MPA KSW demisioner, Sudewi. Lalu, 7 orang anggota MPA KSW yang memiliki waktu 2X24 jam untuk menentukan sendiri ketua dan sekretarisnya, langsung mengambil alih kepemimpinan sidang RPA.

Usai musyawarah kecil di antara ketujuh anggota MPA, tampak Labib memegang palu sidang menandai dimulainya agenda sidang berikutnya, yakni pemilihan ketua KSW periode 2007-2008. Namun sebelum pemilihan, diadakan debat kandidat.

Debat kandidat dipandu oleh Dodo dan Didi. Satu per satu para calon ketua KSW dipanggil untuk maju ke panggung. Dimulai dari pendaftar pertama, M. Arif Jatmiko, lalu ketiga dan keempat, Hartono Muntohar dan M. Luthfi Anshori. Sementara pendaftar kedua, Harmanto Sarjono, sampai 3-4 kali dipanggil belum juga tampak batang hidungnya.


Di sinilah arena sidang geger. Karena tanpa disangka, Harmanto datang dengan pakaian paling necis, dengan celana jins gelap, kemeja warna orange rapi dimasukkan celana, memakai dasi dan tak ketinggalan kacamata hitam. Sementara tatanan rambutnya yang mirip Ahmad Albar mengundang tepuk tangan meriah. Yang tak kalah seru, adalah orang-orang di sekelilingnya sejumlah 4 orang. Layaknya bodyguard pejabat atau artis kenamaan, ke-4 orang tinggi tegap berjalan mengiringi Harmanto, berpakaian tertutup serba hitam dan melihat-lihat sekeliling dengan tatapan curiga.

Acara yang semula tegang dengan sendirinya langsung mencair. Apalagi saat pemaparan visi dan misi para kandidat, Harmanto kembali bikin "gerr" ruangan dengan gaya khas banyolannya. Sementara 3 calon lain tampak serius dan sedikit tegang. Sayangnya karena keterbatasan waktu, acara tanya jawab warga dengan para kandidat ketua berlangsung sangat singkat dan tak terlalu memperlihatkan sebenarnya kemampuan para calon.

Jam dinding di aula sudah menunjukkan pukul 01.00 saat tempat pemungutan suara (TPS) dibuka. Satu per satu peserta sidang dipersilakan meninggalkan aula, karena TPS berada di pintu keluar. Setelah mencoblos, para peserta sidang dihadiahi kupon pengambilan sembako di lantai dasar.

Karena saking banyaknya hadirin, pemungutan suara baru selesai sekitar jam dua dinihari. Usai penutupan TPS, penghitungan suara langsung dimulai. Suara pertama muncul untuk Hartono. Setelah itu, nama-nama lainnya muncul bergantian. Persaingan ketat terjadi antara Hartono, Luthfi dan Miko. Sementara Harmanto yang dari awal diperkirakan memang hanya menjadi icebreaker atau penggembira acara, tampak paling seret dalam perolehan suaranya.

Saat penghitungan suara pun, Harmanto memilih tidur di kamar pengurus KSW di lantai dasar. Sementara ketiga kandidat lainnya duduk terpisah di dalam aula. Kejar-kejaran suara di antara ketiga calon begitu heboh.

Masing-masing sempat memimpin perolehan suara, meski kemudian harus mandeg lalu dilompati calon lain. Bergantian terus seperti itu hingga para peserta sidang yang mengikuti prosesi penghitungan merasa mendapat hiburan tersendiri.


Ditambah surat suara yang begitu banyak, acara kejar-kejaran suara memang terjadi berkali-kali. Hingga di ujung penghitungan, suara terakhir untuk Hartono menggenapi perolehannya menjadi 93 suara. Sementara Luthfi berada di urutan kedua walau hanya terpaut 6 suara.

Jatmiko juga tak kalah ketat menempel keduanya dengan 83 suara. Harmanto sendiri berada di urutan terakhir dengan 17 suara. Ditambah 9 suara lainnya rusak/abstain, genap sudah 289 suara ikut berpartisipasi dalam pemilihan ketua KSW.

Usai serahterima jabatan dari Alek kepada Hartono lalu sambutan Hartono selaku ketua terpilih, acara ditutup pembawa acara pada pukul 02.30.[]

Bawabah Tiga, 5 Agustus 2007

Friday, July 06, 2007

Mahasiswa Cairo Dapatkan Kuliah Umum tentang Psikologi Terorisme


Mahasiswa Indonesia di Cairo kembali kedatangan tamu spesial. Setelah cukup lama berhenti beraktifitas karena menghadapi musim ujian yang berakhir 2 pekan lalu, kali ini gong kegiatan dibuka dengan dialog interaktif bersama Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, guru besar psikologi Universitas Indonesia.

Bertempat di Auditorium Shalih A. Kamil Universitas Al-Azhar, dialog diadakan pada Rabu (4/7/2007) malam. Dimulai setelah shalat magrib, sebelum acara dibuka, panitia menampilkan hiburan dengan mengundang tim nasyid "Elwatoni" milik Kelompok Studi Walisongo. Pada pukul 20.30, baru MC membuka acara dan mempersilakan Prof Sarlito menempati podium, didampingi moderator Romli Syarqowi.

Auditorium Shalih A. Kamil yang biasanya dipenuhi mahasiswa saat ada tamu datang dari tanah air, kali ini cukup banyak kursi terlihat kosong. Hal ini dimaklumi karena publikasi hanya berlangsung 1 hari, sebab acara yang terselenggara berkat kerjasama PPMI Mesir dan KBRI Cairo ini diadakan secara mendadak.

Kedatangan Profesor Sarlito di Cairo sendiri sebenarnya memang untuk keperluan program keluarga berencana dan sebelumnya tak ada agenda memberikan "kuliah umum" di depan mahasiswa Indonesia di Cairo. Namun setelah terjadi obrolan santai antara Presiden PPMI Nur Fuad dengan Danang Waskito, pejabat di Pensosbud KBRI Cairo, ide mengadakan acara dialog interaktif ini muncul, lalu dengan sigap panitia menyiapkan segala keperluan.

Meski datang ke Cairo untuk kepentingan program KB, namun karena Profesor Sarlito adalah ahli psikologi, tema yang diminta pun tak jauh dari bidang yang digelutinya sehari-hari. Apalagi beberapa waktu terakhir ini Profesor Sarlito memang banyak diminta Polri untuk menangani para pelaku terorisme melalui terapi konseling pada para peledak bom itu. Karenanya, tema yang diangkat pada dialog interaktif itu adalah "Psikologi Terorisme".

Membawa makalah setebal 63 halaman, Profesor Sarlito yang juga masih menjabat sebagai Presiden Asian Psychology Association (APsyA), membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menerangkan seluk beluk psikologi terorisme, meski awalnya moderator hanya memberikan alokasi waktu 15 menit untuk presentasi. Dari "kuliah" yang diberikan Profesor Sarlito, mahasiswa jadi tahu lebih banyak mengenai latar belakang psikologi para pelaku teror itu. Tidak sekadar tahu bahwa mereka adalah "teroris", atau mereka adalah "mujahid".


Kajian yang selama ini dilakukan oleh Profesor Sarlito dkk sendiri sebenarnya memang memiliki tujuan untuk memberikan tindakan preventif terhadap tindakan terorisme. Hal ini dilakukan dengan cara pendekatan kepada para tersangka terorisme, lalu di saat yang tepat mencoba membelokkan pikiran mereka yang sempat dipenuhi dengan kebencian berlebihan pada Amerika, termasuk warga sipilnya.

Bahkan menurut Profesor Sarlito, tidak semua pelaku teror benar-benar sadar serta tidak menyesal atas tindakan terorisme yang telah mereka lakukan. Untuk tersangka sekelas Imam Samudra memang diakuinya sulit dihadapi, apalagi Imam Samudra memang sangat meyakini bahwa tindakannya selama ini selalu benar dan tak ada orang lain yang bisa merubahnya.

Namun tersangka lain, Ali Imron misalnya, menurut Profesor Sarlito, pernah merasa gundah dan menyesal telah membunuh sekian banyak nyawa yang sebenarnya tak berhak dibunuh. Keraguan semacam inilah yang bisa dijadikan pintu masuk untuk menyadarkan para tersangka teroris bahwa tindakan meledakkan bom di lingkungan sipil adalah salah. Meski hal itu tentu butuh keuletan tersendiri.

Usai presentasi panjang lebar dari Profesor Sarlito, sesi dialog dibuka oleh moderator. Dalam sesi ini, 6 orang audiens diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat serta pertanyaanya. Acara ditutup pada pukul 23.30 dengan penyerahan kenang-kenangan dari PPMI dan KBRI kepada Profesor Sarlito.[]

Bawabah Tiga, 6 Juli 2007

Proposal Pelatihan Kewirausahaan NU Mesir Disetujui Menkop UKM RI



Di tengah lawatan resminya ke Cairo, Menteri Koperasi dan UKM RI Suryadharma Ali, menyempatkan diri menemui jajaran pengurus NU Mesir. Meski harus berkejaran dengan jadwal yang begitu padat, para pengurus NU Mesir akhirnya dapat menemui Ketua Umum DPP PPP itu beberapa saat sebelum sampai bandara untuk take-off menuju tanah suci Mekkah.

Awalnya, pertemuan dijadwalkan pada Selasa (3/7/2007) pagi di Sheraton Cairo Hotel. Namun saat rombongan pengurus NU Mesir tiba, ternyata Menkop UKM dan keluarganya yang ikut dalam rombongan sedang berada di kawasan Piramid, Giza. Walhasil, pengurus NU Mesir terpaksa menunggu di lobi hotel.

Hingga setelah lebih sekitar 1 jam menunggu, datang kabar dari Bukhori Sail, Lc., mustasyar NU Mesir yang juga staf KBRI dan sedang mendampingi rombongan Menkop UKM di Piramid. Menurutnya, setelah berdialog dengan staf khusus Menkop UKM di perjalanan, pertemuan Menkop UKM dengan PCI-NU Mesir dapat dilakukan di bandara, sesaat sebelum boarding, sekitar pukul 14.00. Karena waktu baru menunjukkan pukul 11.30, sementara Menkop UKM diperkirakan datang ke hotel pukul 12.00 untuk check-out, pengurus NU Mesir melakukan musyawarah dulu, karena terlalu tanggung untuk pulang dulu.

Setelah itu, disepakati bahwa sebaiknya tetap menunggu beberapa saat dulu dan menemui di hotel meski hanya sekadar berjabat tangan, baru obrolan bisa dilanjutkan kelak saat bertemu kembali di bandara. Di tengah menunggu itu, rupanya kabar baru datang dari Bukhori, dimana pengurus NU Mesir dapat menemui Menkop UKM yang disebut-sebut sebagai representasi kader NU di DPP PPP itu, di restoran Sheraton Heliopolis Hotel yang terletak 2 km sebelum bandara. Hal ini karena Menkop UKM diundang makan siang oleh Mr. Barakat, seorang pengusaha Mesir yang juga importir barang-barang Indonesia.

Beberapa saat kemudian pengurus NU Mesir lalu meluncur menuju Sheraton Heliopolis Hotel. Karena jalanan macet, sementara pengurus NU Mesir sempat ke KBRI dulu, saat sampai di Sheraton Heliopolis Hotel rupanya rombongan Menkop UKM sudah ada di restoran. Akhirnya rombongan PCI-NU Mesir menunggu di lobi hotel.

Takut kedatangan rombongan NU Mesir itu tak diketahui oleh Romi, staf khusus Menkop UKM yang banyak berhubungan dengan Bukhori, Muhlashon Jalaluddin, Lc., Ketua Tanfidziyah NU Mesir mengirimkan pesan pendek. Sayangnya 3 kali mengirim pesan, tak juga ada balasan. Takut pesan pendek itu tak sampai, Muhlashon akhirnya menelpon. Tak lama kemudian, Romi datang menjemput rombongan NU Mesir dari lobi hotel untuk dibawa menemui Menkop UKM di restoran Sheraton Heliopolis Hotel.


Karena Menkop UKM terlihat masih asyik berbincang-bincang dengan Mr. Barakat, rombongan NU Mesir terpaksa harus menunggu di meja yang lain. Baru sekitar 10 menit kemudian, tampak Menkop UKM selesai bercengkerama dan berpamitan untuk menuju meja yang diduduki oleh rombongan NU Mesir.

Pembicaraan diawali dengan perkenalan personal di antara yang hadir. Setelah itu, baru Muhlashon memperkenalkan NU Mesir dan beberapa kegiatan yang sudah dilakukan NU Mesir. Di antara kegiatan itu sendiri adalah Pelatihan Ekonomi dan Kewirausahaan pada tahun 2004 yang terselenggara berkat kerjasama PCI-NU Mesir, PCI-NU Arab Saudi dan Kementerian Koperasi dan UKM RI yang ketika itu berada di bawah kepemimpinan Menteri Ali Marwan Hanan.

Usai penyelenggaraan acara itu, beberapa personal di PCI-NU Mesir tetap terus berhubungan dengan beberapa orang staf di Kementerian Koperasi dan UKM RI. Dan hingga kemudian muncul ide untuk melanjutkan kerjasama, dengan menyelenggarakan kembali semacam pelatihan kewirausahaan, namun kali ini diharapkan lebih mengena dan lebih konkrit untuk memunculkan bibit-bibit jiwa wirausaha dan mandiri. Pembicaraan intensif akan diadakannya kembali pelatihan ini, sudah dilakukan sejak 2 bulan terakhir.

Mendengar penuturan ini, Menkop UKM tampak manggut-manggut mengerti. Setelah beberapa saat secara singkat menerangkan visi-misi Kementerian Koperasi dan UKM RI sekarang ini, Menkop UKM kemudian menjelaskan bahwasanya dirinya sangat setuju dengan ide PCI-NU Mesir itu. Bahkan dengan antusias, Menkop UKM meminta Romi selaku staf khususnya untuk menindaklanjuti proposal yang sudah dibuat PCI-NU Mesir. Dengan sigap, Romi pun menjawab bahwa dirinya siap mengawal proposal dimaksud, bahkan langsung menyebut sebuah nama yang kiranya berwenang meneruskan proposal itu.

Setelah pembicaraan mengenai ide pelatihan kewirausahaan tahap lanjut itu selesai, obrolan berlanjut kepada hal-hal yang lebih ringan. Tak lupa juga membahas tentang PPP, partai yang saat ini dipimpin Menkop UKM. Ditanya keberadaan PPP di Mesir, salah seorang pengurus NU Mesir menjawab bahwa dulu sempat ada, namun pada Pemilu 2004 hingga kini, tak ada lagi gerakan yang dilakukan kader-kader PPP yang saat ini menuntut ilmu di Al-Azhar. Menkop UKM juga menimpali, bahwa sebenarnya dari segi suara, perwakilan partai di luar negeri tak akan memberi banyak perubahan/perbedaan. Namun dari segi prestise dan kaderisasi, perwakilan partai di negeri seberang tentu memberi nilai tambah.

Di akhir pertemuan, PCI-NU Mesir memberikan beberapa buku hasil karya kader NU Mesir. Hal ini untuk menunjukkan bahwa kader NU di Mesir selalu menggeliat untuk beraktifitas dan berkarya.[]

Bawabah Tiga, 6 Juli 2007

Wednesday, June 27, 2007

Up-Grading Informatika Berlangsung "Panas"


Untuk pertama kali sejak berdirinya Informatika tahun 1997, up-grading kru angkatan terbaru diadakan di luar Wisma Nusantara. Hal ini karena sejak 1 Juni 2007 lalu, gedung milik Yayasan Abdi Bangsa (Jakarta) ini direnovasi total. Selain Informatika, organisasi lain yang selama ini berkantor di Wisma Nusantara juga terpaksa mengungsi. Seperti DPP PPMI yang pindah kantor ke Bawabah Dua, Pengelola Wisma sendiri yang pindah ke Madrasah serta Wihdah yang pindah ke daerah Musalas. Semua di Hay Ashir.

Sementara ICMI, dimana di dalamnya termasuk Informatika, menyewa sebuah flat untuk kantor sekretariat di Building 87, antara Gami dan Musalas. Flat yang didapat sebenarnya lumayan lux karena harga sewanya juga di atas rata-rata, sayangnya terdapat di lantai paling atas.

Tak pelak, di musim panas seperti ini, lantai teratas setiap gedung merupakan bagian paling mudah menyerap energi matahari. Hal itu juga dirasakan peserta up-grading Informatika yang berlangsung pada hari Senin-Selasa, 25-26 Juni 2007. Sejumlah 23 kru baru, terdiri dari 12 perempuan dan 11 laki-laki, merasakan panasnya lantai "sutuh" (demikian bahasa yang sering akrab digunakan untuk lantai teratas) kantor ICMI.

Meski begitu, semua tampak ceria mengikuti jalannya sesi per sesi. Apalagi, nuansa keakraban antar generasi juga kentara dengan hadirnya beberapa senior yang ikut membaur. Walhasil, dengan sedikit keringat bercucuran, sebagian peserta seakan menentang hawa sejuk yang dihembuskan dua buah kipas angin mini. "Sebenarnya kita punya AC, tapi karena kira-kira hanya 3 bulan tinggal di sini, maka tidak kita pasang, terlalu rumit," ujar Ferli, salah seorang penanggungjawab kantor ICMI.

Acara yang digelar sejak pagi sekitar pukul 10.00, diawali dengan obrolan santai dan check in peserta. "Kru baru sebenarnya berjumlah 30 orang, meski yang hadir saat ini hanya 23 orang, dan saya yakin semua yang hadir di sini memiliki kompetensi dan hasrat tinggi untuk bersama-sama belajar jurnalistik," kata Pemimpin Umum Informatika, Syifa Annisa, dalam sambutannya mengawali seremoni up-grading.

Setelah upacara seremonial pembukaan, harusnya materi pertama ke-ICMI-an disampaikan oleh Ketua ICMI Orsat Cairo, Kholid Muslih, MA. Namun karena yang bersangkutan mendapat amanat untuk menguji peserta tes calon penerima beasiswa Maroko di KBRI, maka materi itu ditunda hingga sore.

Beruntung Ferli yang harusnya tampil di sesi kedua, sigap dan langsung mengisi kekosongan yang ada dengan mengajukan materi Meracik Berita dan Reportase. Materi berikutnya lebih spesifik membahas 2 rubrik utama di Informatika, Suara Mayoritas dan Sorot. Materi yang paling penting buat calon reporter Informatika ini disampaikan oleh editor periode sebelumnya, Wahdi Hafizy.

Usai shalat ashar, materi tentang ke-Informatika-an diusung oleh salah seorang senior Informatika, Agus Hidayatulloh. Calon sarjana Sastra Arab ini menjelaskan struktur redaksional Informatika, cara kerja kru serta gambaran penjadwalan dan agenda segala kegiatan Informatika, termasuk penerbitan buletin, sanggar, rapat redaksi dan kajian ilmiah secara intern.

Menjelang magrib, Kholid Muslih, MA. tiba di kantor ICMI beriringan dengan pemateri terakhir, Saiful Bahri, MA. yang hendak menyampaikan "Bagaimana Menulis Feature dan Kolom". Setelah dimusyawarahkan, Ketua ICMI diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk menyampaikan materinya. Baru setelah menjadi imam salat magrib, Saiful Bahri, MA. menjelaskan langkah dan trik-trik tertentu dalam membuat feature dan kolom.

Malamnya, setelah beberapa games dan door prize yang disiapkan panitia, Drs. Ahmad Isrona, salah seorang pengarah Informatika, datang ke tempat up-grading beserta keluarganya. Mantan Wakil Ketua ICMI Cairo periode 2000-2002 ini sengaja menyempatkan diri menjenguk anak didiknya yang menurutnya penuh dengan keakraban meski terdiri dari berbagai macam generasi. "Yang paling berkesan bagi saya adalah, karena Informatika selalu sigap dengan kaderisasi, di awal periode merekrut kru-kru baru yang penuh talenta, digabungkan dengan wajah-wajah lama yang banyak pengamalan, sehingga selama 11 tahun sejarahnya, Informatika mampu menjadi buletin paling eksis di kalangan Masisir," kata bapak 2 orang anak ini.

Setelah bincang santai itu, makan malam bersama dengan menggelar plastik sebagai alas makan, menjadikan suasana makin akrab. Berikutnya, peserta dipecah jadi dua, yang perempuan "diungsikan" untuk menginap di sekretariat Wihdah, tak jauh dari kantor ICMI, sedangkan yang laki-laki tetap menginap di tempat berlangsungnya up-grading.

Menjelang subuh, semua dibangunkan untuk shalat malam dan renungan bersama. Paginya, semua diajak jalan-jalan menikmati udara pagi sekaligus langsung praktik rapat redaksi persiapan penerbitan buletin edisi magang. Semua tampak antusias mengikuti jalannya rapat redaksi, hingga tampak betul-betul lupa bahwa sehari sebelumnya mereka kepanasan mengikuti jalannya up-grading. Direncanakan, awal bulan Juli Informatika bisa terbit dengan edisi magang para kru generasi terbaru.[]

Bawabah Tiga, 26 Juni 2007

Friday, June 01, 2007

Upayakan Damai Palestina-Israel, Mesir Merasa Sendirian

Selasa (29/5) lalu, Menteri Luar Negeri Mesir Ahmad Abul Ghait mengirimkan surat kepada peserta pertemuan Berlin. Pertemuan yang diikuti delegasi dari Uni Eropa, Rusia, Amerika Serikat dan PBB itu sejatinya memang untuk membahas perdamaian dunia, terutama perkembangan Israel-Palestina yang selalu bergolak.

Atas pertemuan 4 blok berpengaruh itu, melalui surat resmi, Abul Ghait berharap pertemuan dapat menghasilkan keputusan untuk menghentikan keganasan Israel yang terus menyerang Palestina secara membabi-buta.

Sayangnya, apa yang diharapkan Mesir itu jauh dari kenyataan. Kamis (31/5) lalu, pertemuan Berlin diakhiri dan menghasilkan keputusan yang kemudian sangat disesalkan Mesir.

Mesir menyayangkan sikap 4 blok itu dan menyebutnya sebagai "keputusan yang tidak berimbang". Dalam siaran pers yang disampaikan juru bicara Depertemen Luar Negeri Mesir Ala Al-Hadidi, keputusan itu justru menghambat upaya Mesir dalam mendamaikan Palestina-Israel. Mesir juga mempertanyakan rasa netralitas, tanggung jawab dan kepekaan peserta pertemuan Berlin.

Dalam keputusan akhir pertemuan di Berlin itu, disebutkan permintaan kepada Palestina untuk menghentikan serangan bom bunuh diri. Sementara di sisi lain hanya meminta Israel untuk mengurangi serangan terhadap warga sipil Palestina.

Keputusan ini dinilai Cairo justru hanya menjustifikasi serangan-serangan yang dilakukan Israel selama ini, sekaligus memberi lampu hijau kepada Israel untuk meneruskan invasi militer yang diklaim hanya sekadar sebagai "serangan balasan".

Mesir juga merasa tidak habis pikir apakah serangan Israel yang menewaskan beberapa anggota perlemen dan kabinet Palestina tidak menjadi pemikiran tersendiri bagi pertemuan Berlin. Hal ini, menjadikan Mesir merasa sendirian dalam upaya mendamaikan Paletina-Israel.

Meski demikian, pihaknya menyambut baik poin lainnya dalam keputusan Berlin, dimana menyebutkan akan adanya upaya keras dari pihak terkait untuk mempertemukan Presiden Palestina Mahmud Abbas dan PM Israel Ehud Olmert.

Sebagaimana disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri Jerman, menyatakan bahwa dalam bulan Juni ini pihaknya akan mengupayakan komunikasi langsung dengan Palestina dan Israel. Hal ini dalam rangka menentukan langkah-langkah yang bakal diambil kemudian untuk meneruskan usaha perdamaian Timur Tengah.[]

Agus Hidayatulloh
(dari berbagai sumber)

Bawabah Tiga, 1 Juni 2007