Monday, May 08, 2006

Maulid Nabi di KBRI, Sepi Mahasiswa


Pelataran parkir KBRI yang cukup luas, untuk ketiga kalinya dalam 13 bulan, menggelar acara lesehan. Hanya saja, setelah dua kali sebelumnya mampu menarik minat hadirin untuk memenuhi lapangan parkir itu, pada Kamis (4/5/2006) lalu terlihat tidak terlalu ramai. Maklum saja, mahasiswa yang menjadi bagian dari mayoritas masyarakat Indonesia di Mesir, sudah dalam tahap persiapan akhir menuju ujian. Di sisi lain, gedung KBRI yang letaknya cukup jauh dari tempat tinggal kebanyakan mahasiswa juga menjadi alasan tersendiri mengapa mahasiswa tidak banyak datang.

Acara yang dimulai setelah shalat isya itu, dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad Saw. atau yang banyak disebut orang sebagai "Maulid Nabi". Sebelum acara inti peringatan Maulid Nabi, pra-acara diisi dengan penampilan-penampilan seni. Mulai dari anak-anak kecil yang masih belajar mengaji di TPQ Masjid Indonesia Kairo, hingga orang tua mereka yang bekerja di KBRI.

Penampilan pertama mengetengahkan anak-anak TK dan SD yang menyanyikan nasyid juga syairnya Abu Nawas yang terkenal: i'tiraf. Lucu dan menggemaskan, itulah kesan yang ditampilkan dari penampilan anak-anak yang sekiranya berusia tak lebih dari 12 tahun itu, bahkan ada yang di bawah 6 tahun.

Sementara yang kedua, kakak-kakak mereka yang menginjak remaja tak mau kalah. Tiga dara yang masih sekolah di SMP SIC membawakan lagu nasyid sambil menggerakkan badan seperlunya. Applaus dari penonton pun kembali bergema, seakan tak mau kalah saat memberikan dorongan seperti pada penampilan pertama.

Yang lebih seru dan juga mengundang tepuk tangan meriah, penampilan dari kalangan orang tua. Sebuah grup nasyid dadakan di bawah pimpinan Drs. Priyatno, mengusung dua lagu nasyid, diiringi orgen tunggal yang dimainkan Pak Pri, panggilan akrab pemimpin grup dadakan ini. Digawangi juga oleh Drs. Didik Eko Prasetyadi, MM., Amir Syarifuddin, Lc., tim ini diperkuat pula oleh Bang Zul dan Kang Furqon. Tepuk tangan meriah pun kembali membahana di akhir penampilan tim ini.

Setelah penampilan baca shalawat dari IPQI, acara resmi dimulai oleh MC. Pembacaan klam ilahi, sebagai pembuka acara pun dibawakan kembali oleh 3 orang anggota IPQI. Lalu dilanjtukan sari tilawah berbahasa Indonesia oleh Deby Salim, siswi SMU SIC.

Dalam sambutannya, Pak Didik selaku ketua panitia menyatakan bahwa mungkin peringatan maulid Nabi di KBRI ini bisa dibilang terlambat dibanding peringatan yang dilakukan institusi atau orang lain. Tapi, sebagaimana diamini oleh Kepala Perwakilan RI HM. Muzzammil Basyuni, bahwa tidak ada kata terlambat bagi peringatan maulid Nabi.

Acara inti berupa ceramah keagamaan disampaikan oleh Taufiqurrahman, S.Ag., kandidat magister Universitas Al-Azhar. Bapak tiga anak ini, yang dengan guyonannya yang khas, mengajak hadirin untuk menelaah kembali sifat-sifat dan budi pekerti yang luhur Nabi Muhammad Saw. Dengan logat Tegalnya yang masih kental, ustad yang baru saja naik haji ini memaparkan beberapa sifat penting yang dimiliki Rasulullah, yang hendaknya dijadikan teladan bagi semua umat Islam dalam mengarungi samudera kehidupan.[]


Griya Jateng, 8 Mei 2006

No comments: