Saturday, July 22, 2006

Voli Putra-Putri KSW ke Semifinal



Sabtu (22/7/2006) pagi, tim voli putra KSW memperlihatkan permainan cantik saat mengalahkan tim voli putra KMKM dua set langsung 25-18 dan 25-23. Meski tidak tampil dalam permainan terbaiknya, namun cukup mengundang decak kagum para penonton yang hadir di lapangan Nadi Syabab Hay Ashir.

Tampil tanpa Om Tedy, salah seorang libero andalan yang cukup senior di kalangan dunia voli Masisir, KSW selalu menyerang dengan smash-smash mematikan, atau tipuan mengejutkan. Meski begitu, tidak semua usaha smash KSW menggapai kesuksesan. Bahkan, poin terpaksa beberapa kali diambil lawan karena salah penempatan bola.

Maklum saja, para pemain terlihat ingin cepat-cepat menyelesaikan pertandingan. Hal ini juga diakui oleh kapten tim KSW, M. Zaim alias Qidal. Menurutnya, main pada pertandingan ketiga cukup menguras tenaga karena sinar matahari cukup terik.

Selain itu, secara mental, para pemain KSW juga sedikit mengalami masalah. Hal ini karena pada babak sebelumnya, KSW terpaksa menang WO atas KPJ yang tidak datang ke lapangan. Sedikit banyak, hal ini mempengaruhi mental para pemain KSW, yang merasa tidak mendapat rintangan berarti.

Namun karena porsi latihan yang cukup, para pemain KSW tetap menguasai jalannya pertandingan. Tim lawan, sekali-sekali dapat poin justru karena kesalahan para pemain KSW sendiri. Hal ini patut menjadi bahan evaluasi, sebagaimana yang diutarakan oleh toser andalan KSW dan tim PPMI, Labib Hilmi alias Kacung.

Sementara di sektor putri, tim voli KSW juga langsung menuju babak semifinal karena lawan mereka di babak pertama yakni KPJ juga tidak datang. Pada semifinal yang dijadwalkan Ahad (23/7/2006) pagi, tim voli putri KSW akan menghadapi tim SIC. (aghi)


Griya Jateng, 22 Juli 2006

Thursday, July 20, 2006

Dimulai, Pekan Ilmiah KSW




Sesuai komitmen Dewan Pengurus KSW Periode 2005-2006 dalam memperhatikan bidang keilmuan, pada Senin (17/7/2006) petang di Aula Griya Jawa Tengah digelar Diskusi Panel dalam Pekan Ilmiah hari pertama. Pada diskusi panel itu, 4 pemakalah hadir mempresentasikan tulisan mereka mengenai maqashid syari'ah, grand theme yang diusung Departemen Pendidikan KSW.

Tepat pukul 18.00, diskusi panel dimulai, dibuka oleh MC sekaligus moderator Miqdam Makfi. Pada sambutannya, Koodinator Departemen Pendidikan KSW, Husni Hidayat, mengatakan bahwa diskusi ini merupakan salah satu progam unggulan departemen yang dipimpinnya. Oleh jajarannya, program ini juga amat diperhatikan.

Sementara Agus Hidayatulloh, Ketua KSW, mengatakan bahwa diskusi panel merupakan alternatif dari kajian dwi mingguan yang dalam 2 tahun terakhir semakin menurun pamornya. Kendala kajian dwi mingguan, menurutnya, tidak hanya datang dari penyelenggara, namun memang karena juga semakin menurunnya perhatian sebagian mahasiswa atas kajian intelektual. Oleh karenanya, demi menyiasati merosotnya minat sebagian kalangan dalam kajian dwi mingguan, digelarlah diskusi panel dalam pekan ilmiah ini.

Kelak, kumpulan tulisan yang didiskusikan pada pekan ilmiah ini akan dibukukan. Bahkan menurut rencana, pada pekan ilmiah hari ketiga yang dijadwalkan pada Sabtu, 29 Juli 2006, buku berjudul "Mengetuk Pintu Syari'ah" hasil karya kader KSW akan sekaligus di-launching, menyusul juga telah terbitnya buku kumpulan cerpen bertajuk "Surat Sunyi".

Machmudi Muhson, Lc. (kandidat magister ushul fiqih Universitas Al-Azhar), Wahyudi Abdurrahim, Lc. (peserta program pasca sarjana Institut Studi Islam Zamalek), Nur Ihsan Saleh (mahasiswa tingkat 3) dan Irwan Masduki (mahasiswa tingkat 1), bergantian menyampaikan isi makalhnya dengan bersemangat.

Dalam sesi tanya jawab, audien yang berjumlah sekitar 25 orang juga tak kalah semangat memanfaatkan waktu yang disediakan oleh moderator. Hingga pukul 20.45, sebenarnya diskusi masih berlangsung hangat, namun karena keterbatasan waktu, terpaksa harus disudahi. Namun hal itu tak membuat audien kecewa, apalagi pada pekan ilmiah berikutnya yang bakal digelar pada Sabtu, 22 Juli 2006 di tempat yang sama, panitia sudah menyiapkan 4 makalah yang akan dipresentasikan oleh para penulisnya.(aghi)


Kamar Pojok, 20 Juli 2006

Hari Kedua, KSW Tak Terbendung


KSW mendapatkan jadwal yang cukup melegakan para pemainnya. Di cabang sepakbola, dimana setiap grup terdiri dari hanya 3 tim, memungkinkan adanya satu tim bertanding 2 hari berturut-turut. Beruntung, KSW menempati nomer pertama dalam undian saat masuk grup C. Karena itu, KSW memiliki jeda waktu satu hari sebelum menapaki pertandingan berikutnya.

Pada pertandingan pertama, Kamis (20/7/2006) pagi, KSW langsung tancap gas dan memenangi pertandingan atas KMM dengan skor 1-0. Kemenangan ini tentu saja disambut gembira, karena pada pekan sebelumnya saat pertandingan persahabatan KSW takluk dengan skor mencolok 3-0.

Pertandingan kedua tim berjalan tidak terlalu seimbang, dimana KMM terlihat kesulitan menguasai bola. Meski sempat mengancam gawang KSW, tapi peluang yang ada selalu dapat dipatahkan kiper dan juga kapten tim Habib Maulana. Apalagi, pemain belakang KSW semua fit dan dapat bermain penuh, sehingga semakin menyulitkan KMM memperoleh peluang.

Pun juga pemain KSW, di awal pertandingan sempat terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Namun setelah meningkatkan komunikasi yang baik antar pemain, di bawah instruksi duet pelatih yang sama-sama merangkap pemain Shofa-Ari, para pemain KSW kemudian terlihat unggul dalam ball possesion. Meski begitu, untuk mencetak gol, pemain depan KSW juga kesulitan. Hingga pada menit 29, setelah terjadi kemelut di depan gawang, Hilmi dapat menceploskan bola ke gawang KMM.

Pada babak kedua, permainan kedua tim tak terpaut jauh dengan penampilan di babak pertama. Walhasil, sampai wasit meniup peluit panjang, KSW tetap unggul satu gol atas KMM.

Lawan Voli Tak Datang

Sementara di Nadi Syabab Madrasah Hay Ashir, tim voli putra KSW yang sedang semangat-semangatnya bertanding menghadapi Indonesian Games VI ini, terpaksa gigit jari karena KPJ yang seharusnya menjadi lawan mereka tak hadir.

Dengan ketidakhadiran KPJ ini, tim KSW dinyatakan menang WO dan akan menghadapi KMKM —yang dapat bye di babak awal ini— di perempatfinal. Kecewa tak mendapatkan lawan pada babak pertama ini, para pemain KSW lalu dibagi 2 untuk latih tanding memanfaatkan lapangan yang sudah terlanjur disewa panitia.(aghi)

Kamar Pojok, 20 Juli 2006

Sepi, Pembukaan Indonesian Games VI

Lapangan sepak bola Nadi Mubarak di Hay Sadis kembali didatangi mahasiswa Indonesia. Rabu (19/7/2006) petang, beberapa utusan kekeluargaan hadir atas undangan panitia untuk pembukaan Indonesian Games VI. Panitia pelaksana sebenarnya telah mengundang seluruh ketua kekeluargaan, namun saat upacara pembukaan yang dihadiri oleh pejabat KBRI, hanya nampak 4 orang utusan kekeluargaan di samping masing-masing 11 pemain dari 2 tim yang akan bertanding.

Sekitar pukul 16.30, pembawa acara memulai upacara pembukaan. Mengingat acara yang dimulai sudah terlambat setengah jam dari yang dijadwalkan, pembawa acara pun mempersingkat susunan acara. Usai sambutan dari Presiden PPMI dan perwakilan dari KBRI, Indonesian Games VI lalu dibuka secara resmi oleh Drs. Priyatno, salah seorang pejabat KBRI. Secara simbolis, Drs. Priyatno menendang bola ke gawang yang dijaga oleh salah seorang panitia. Meski sampai terjatuh, tendangan Drs. Priyatno menusuk sisi kanan gawang, tepuk tangan hadirin pun mengiringi dibukanya Indonesian Games VI ini.

Setelah opening ceremony yang berlangsung singkat itu, pertandingan pertama cabang sepakbola dimulai, mempertemukan KMJ dan KEMASS. Nampak para pemain KEMASS menggunakan ban di lengan bertuliskan "TAUFAN", dimana salah seorang teman mereka bernama Muhammad Taufan Khasani sedang terbaring lemas di rumah sakit karena flu tulang. Seperti ingin mendedikasikan permainan terbaik mereka untuk Taufan, perjuangan KEMASS tak sia-sia karena hasil akhir menunjukkan mereka unggul atas KMJ dengan skor 2-1.

Sementara pertandingan kedua yang dijadwalkan berlangsung antara Gamajatim dan KPJ, terpaksa digagalkan. Hal ini mengingat tim KPJ tidak hadir ke lapangan. Menurut panitia, sebelumnya KPJ ingin agar salah seorang anggota istimewanya dapat bermain untuk tim mereka. Hanya saja, sesuai kesepakatan sebelumnya, yang dapat bermain dalam Indonesian Games ini adalah anggota biasa. Mendengar pernyataan demikian dari panitia, KPJ memutuskan tidak hadir ke lapangan. Resikonya, mereka dinyatakan kalah 0-3 dari Gamajatim.

Mahasiswi Dilarang Masuk

Tidak seperti Java Cup II 2005 yang juga dilangsungkan di tempat yang sama, kali ini penonton perempuan dilarang masuk area Nadi Mubarak. Entah karena alasan apa, namun hal ini cukup mengejutkan 3 mahasiswi yang sempat hadir di lapangan.

Yang membingungkan juga, saat melewati pintu gerbang, tidak ada larangan bagi ketiga mahasiswi itu untuk mendekati lapangan tempat dilangsungkannya acara pembukaan dan pertandingan sepakbola. Namun di tengah acara, tiba-tiba ada seorang penontong mengaku membawa pesan dari para penjaga Nadi Mubarak, bahwa mahasiswi dilarang masuk.

Tidak percaya dengan pesan itu, mereka masih asyik saja berada di area lapangan. Baru setelah datang pesan larangan berikutnya, mereka baru sadar bahwa larangan itu benar-benar serius. Walhasil, sebelum dimulainya pertandingan sepakbola itu, mereka sudah meninggalkan area Nadi Mubarak.(aghi)

Kamar Pojok, 20 Juli 2006

Monday, July 03, 2006

Warga KSW Tambah 1 Magister Lagi

Senin (26/6) menjadi hari yang paling indah bagi Ust. Iman Nur Hidayat. Karena pada siang yang cerah itu, staf di BWAKM itu mengujikan tesis magisternya di depan tim penguji dari American Open University, Fakultas Dirasat Islamiyah.

Tesis yang berjudul "Al-Ijarah wan Nasyath at-Tamwili fil Masharif al-Islamiyyah" (Sewa-menyewa dan aktivitas bisnis dalam lembaga keuangan Islam) ini diuji oleh tim yang terdiri dari 2 orang penguji dan seorang pembimbing. Selama hampir 3 jam, tesis ini diulas tuntas oleh tim penguji.

Di depan istri dan 2 orang anaknya, Ust. Iman Nur Hidayat yang berasal dari Magelang ini menjawab dengan tenang dan yakin atas setiap pertanyaan yang diajukan oleh tim penguji. Walhasil, usai sidang tesis ini, tim penguji menggelar rapat kemudian sepakat memberikan nilai "Jayid Jiddan" kepada Ust. Iman Nur Hidayat, MA. Sebelumnya, beberapa bulan yang lalu, istrinya terlebih dahulu menyelesaikan program S2-nya di Universitas Al-Azhar. (aghi)



Griya Jateng, 3 Juli 2006