Monday, April 09, 2007

Peringati Maulid Nabi, KSW Gelar Malam Cinta Rosul


Dalam rangka memperingati perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw., KSW menyelenggarakan peringatan bertajuk "Malam Cinta Rosul dan Istighotsah Kubro". Pada Senin (9/4/2007) petang, sekitar 80 warga KSW berbondong-bondong datang ke aula Griya Jateng untuk mengikuti acara yang dipublikasikan melalui email dan Yahoo Messenger itu.

Dimulai pada pukul 17.00, acara didahului dengan hiburan rebana yang dibawakan oleh 5 orang penerbang. Di bawah pimpinan Agus Hamid, tim rebana menyanyikan beberapa lagu shalawat. Meski hanya dengan menggunakan 3 alat musik rebana yang dimainkan Lutfi, Sugeng dan Tono, tim rebana mampu membuat penonton berdecak kagum seraya beberapa kali mengikuti alunan shalawat yang dibawakan oleh 2 vokalis, Agus Hamid dan Jawada.

Usai penampilan rebana, istighotsah dipimpin oleh Ust. Syamsul Hilal, yang juga tampak didampingi beberapa koleganya sesama aktifis Toriqoh Burhamiyah. Pembacaan dzikir dengan gaya khas Thoriqoh Burhamiyah berlangsung hingga adzan magrib tiba.


Setelah shalat magrib berjamaah, acara dilanjutkan kembali dengan ceramah maulid Nabi yang disampaikan Ust. Husni Hidayat. Dalam ceramahnya, Ust. Husni yang juga aktifis Thoriqoh Burhamiyah, menekankan kebebasan berekspresi dalam merayakan kelahiran Nabi Agung Muhammad Saw. Kebebasan di sini, hanya dibatasi 2 hal, yaitu tidak menyekutukan Allah, serta tidak mengganggu makhluk lain.

Asal tidak musyrik dan tak mengganggu orang lain, setiap orang bebas melakukan apa saja dalam rangka mengekspresikan setiap kemenangan atau kebahagiaan. Bisa dengan berteriak, menangis atau hanya dengan diam saja. Dengan gayanya yang cukup mengocok perut audien, Ust. Husni juga menjelaskan pentingnya setiap Muslim bersyukur atas karunia dan rizki yang bernama iman. Karena sepandai-pandai orang menghafal Alquran dan menguasai tafsirnya seperti orientalis Snouck Hurgronje, tak bisa dikatakan bahagia karena tidak mendapati keimanan dalam hatinya.

Lebih khas lagi sebagai dai muda yang tak ingin dikatakan "gak gaul", Ust. Husni mengakhiri ceramahnya dengan mengajak hadirin menyanyikan lagu Happy Birth Day. Kalau selama ini lagu semacam itu dianggap bid'ah, menurut Ust. Husni tak jauh beda dengan adanya mushaf Alquran yang juga merupakan bid'ah. Lalu kembali dengan mengatakan bahwa bid'ah juga tak harus dihindari asal tidak menyekutukan Allah dan tak menggaunggu kehidupan orang lain.

Di penghujung acara, panitia kembali menyuguhkan hiburan menarik. Tak lain dan tak bukan tentu saja OM Watoni yang selama ini sudah menjadi andalan setiap kegiatan KSW untuk mengibur hadirin. Hanya membawakan 2 buah lagu berjudul "Islam Adalah" dan sebuah shalawat Nabi, Watoni sebenarnya diminta para hadirin untuk menambah lagu yang dinyanyikan. Namun karena keterbatasan waktu, Hilmi yang menjadi juru bicara Watoni hanya memberikan himbauan kepada para hadirin untuk datang besok pada acara puncak "Pekan Cinta Tanah Air PPMI" dimana Watoni juga mendapat jatah untuk tampil.[]

Bawabah Tiga, 9 April 2007

No comments: