Sunday, March 04, 2007

Walisongo ke Final, Airlangga Siap Menyusul


Ulangan final Indonesian Games VI/2006 cabang sepakbola hampir pasti terulang di partai puncak Java Cup IV. Ini setelah Walisongo dan Airlangga mencetak kemenangan pada penyelenggaraan hari keempat. Sementara di hari yang sama, juara bertahan Pasher akhirnya memperoleh kemenangan pertamanya, meski harus rela menyerahkan tropi juara kepada tim lain.

Di hari keempat dimana cuaca cukup panas, tercipta total 20 gol dalam 3 partai. Partai pertama yang mempertemukan Airlangga dan Siliwangi, menjadi ajang unjuk gigi pemain Jawa Timur dengan memberondong gawang Jawa Barat 7 gol tanpa balas. Partai tak imbang ini juga mengatrol perolehan gol goal-getter Airlangga, Anang Wahid, menjadi total 6 gol. Sebelum partai Walisongo vs The Jakmania, Anang bahkan sempat memimpin daftar top scorer.

Sejak kick off, Airlangga langsung menekan pertahanan Siliwangi. Di sisi lain, Siliwangi yang belum pernah memperoleh poin penuh di turnamen Java Cup tahun ini, juga tak mau terus-terusan jadi bulan-bulanan Airlangga. Hanya saja, irama permainan yang sejak awal dikendalikan Airlangga membuat Anang dapat mencetak hattrick di babak pertama. Kedudukan 3-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Airlangga sedikit menurunkan tempo, meski tak juga memberi ruang gerak bagi Siliwangi untuk mengembangkan permainan. Walhasil, nyaris sepanjang pertandingan bola hanya bergerak di setengah lapangan, dimana lini pertahanan Siliwangi harus berkali-kali berjuang mati-matian menjaga areanya.

Apa daya, skuad Airlangga terlalu tangguh untuk dihadapi Siliwangi. Meski tanpa penonton yang biasanya ramai bersorak menyanyikan lagu-lagu khas Jawa Timur, Airlangga bahkan menambah 4 gol di babak kedua. Dua gol dari Anang --satu di antaranya dari titik penalti-- dan masing-masing satu dari ujung tombak Yusuf dan penggantinya Izul.

Skor 7-0 langsung melambungkan tim Airlangga ke puncak klasemen sementara. Dengan 8 poin, Airlangga unggul 1 poin atas Walisongo yang baru memainkan pertandingan setelahnya. Di daftar pencetak gol, Anang juga langsung memimpin, meninggalkan Conte yang sempat memimpin sejak awal turnamen. Hanya saja, tak berapa lama kemudian Walisongo berhasil kembali menggeser Airlangga. Conte juga sempat mencetak sebuah gol untuk menyamakan kedudukannya dengan Anang.

Di partai kedua, Walisongo harus bersusah-payah mempertahankan kemenangan yang sudah didapatnya sejak awal pertandingan. Pada menit ke-9, Miko menambah perbendaharaan golnya menjadi 3 buah. Gol yang cukup cepat ini berkat akselerasi lini tengah Walisongo yang begitu kuat mengatur permainan. The Jakmania pun terus tertekan.


Bahkan beberapa menit kemudian, Walisongo dapat menggandakan keunggulan melalui Conte. Walhasil, Conte kembali ke puncak daftar top scorer bersama Anang. Tertinggal 2 gol tak membuat The Jakmania frustasi. Dengan telaten, lini tengah yang dipimpin skipper mereka, Mausul, lambat laun bisa mengimbangi permainan Walisongo. Permainan pun lalu berjalan lebih imbang. Hanya saja hingga babak pertama berakhir, tak ada gol tambahan tercipta.

Saat babak kedua, pemain-pemain Walisongo tampak lebih santai. Hasrat untuk mencetak gol menurun drastis. Kesempatan ini dengan baik dimanfaatkan oleh The Jakmania. Dengan mengendalikan lini tengah sebagai otak permainan, The Jakmania beberapa kali dapat menusuk jantung pertahanan Walisongo. Beruntung libero "dadakan" Kholid yang menggantikan Babeh yang sedang cedera mampu mengkoordinasi lini belakang Walisongo dengan baik. Beberapa penyelamatan gemilang dari kiper Rikza juga menggagalkan peluang emas The Jakmania.

Meski serangannya selalu membentur tembok besar, namun The Jakmania tak patah arang. Hingga saat mendapatkan hadiah tendangan pojok, Mausul yang bertugas menendang bola mengirimkannya langsung ke tengah kotak penalti lawan. Seorang pemain The Jakmania yang tak terkawal dengan mudah menaklukkan Rikza.

Berhasil memperkecil ketertinggalan, The Jakmania makin bernafsu mencetak gol tambahan. Lini tengah juga tetap mereka kendalikan. Hanya saja, justru Walisongo dapat dengan jeli memanfaatkan sebuah serangan balik. Melalui umpan Rikza yang diteruskan Qodir, Hilmi lalu Conte di sayap kiri, bola lalu dikuasai Tono yang mengirim umpan pada Miko yang lolos dari jebakan offside. Tanpa ampun, Miko yang tak terkawal melepaskan tendangan keras nan akurat untuk menjebol gawang Hasbi.

Kedudukan 3-1 hingga akhir pertandingan mengantarkan Walisongo kembali ke puncak klasemen. Dengan 10 poin, Walisongo dipastikan lolos ke babak final yang bakal digelar di Nadi Abbasea, Rabu (7/3/2007) sore mendatang. Meski masih menyisakan satu partai menghadapi Siliwangi, Walisongo sudah memastikan 1 tempat di final, walau misalnya kalah di pertandingan terakhir. Sementara Airlangga di tempat kedua, masih bisa dikejar The Jakmania yang saat ini mengoleksi 5 poin karena sama-sama masih menyisakan satu pertandingan.

Hanya saja, syarat bagi The Jakmania untuk lolos ke final sangatlah berat. Di pertandingan terakhir, mereka harus bisa menundukkan Pasher yang baru saja menemukan kembali bentuk permainannya, itupun dengan syarat Airlangga takluk dari Krakatau. Sementara perbedaan gol antara The Jakmania dan Airlangga juga cukup mencolok, yakni 10 buah. Artinya, selain syarat kekalahan Airlangga dari Krakatau, peluang The Jakmania untuk ke final juga ditentukan jumlah gol yang dapat mereka lesakkan ke gawang Pasher.

Juara Bertahan Akhirnya Menang

Setelah melalui tiga pertandingan pertamanya tanpa meraih poin penuh, juara bertahan Pasher akhirnya bisa memenangkan pertandingan. Menghadapi Krakatau pada pertandingan terakhir di hari keempat, Pasher langsung menyerang sejak kick off. Krakatau yang harus kehilangan pemain andalannya, Ambon, karena akumulasi kartu, terpaksa bersusah payah menghadapi gempuran Pasher.

Dengan otak permainan Yudi yang terlihat kembali menemukan sentuhan bolanya, sejak awal pertandingan Pasher beberapa kali dapat menusuk jantung pertahanan Krakatau. Hingga puncaknya pada menit ke-11, seorang pemain belakang Krakatau terpaksa mengganjal penyerang Pasher di kotak terlarang. Tanpa ragu, wasit Ali Ghana pun menunjuk titik putih.

Taher yang ditunjuk untuk mengeksekusi penalti, dengan tenang menceploskan bola ke gawang. Setelah gol Taher, permainan terus dikendalikan Pasher. Krakatau hanya bisa bertahan dan mengandalkan serangan balik. Hanya saja, kuatnya lini tengah Pasher memaksa Krakatau gigit jari melihat penjaga gawang mereka kembali memungut bola di jalanya hingga 6 kali. Hingga akhir pertandingan, skor 7-2 memuaskan pendukung juara bertahan meski peluang mereka ke final sudah tertutup.[]

Jadwal pertandingan berikutnya:

Senin, 5 Maret 2007
09.30 – 11.10 KPJ vs FOSGAMA
11.15 – 12.55 KPMJB vs KSW
13.00 – 14.40 GAMAJATIM vs KMB

Bawabah Tiga, 4 Maret 2007

No comments: